• Home
  • Bengkalis
  • Akan Ditutup, Para Usaha Batu Bata di Desa Papal Bantan, Bengkalis Bingung

Akan Ditutup, Para Usaha Batu Bata di Desa Papal Bantan, Bengkalis Bingung

Senin, 09 Oktober 2017 | 16:07
FOTO DAHARI RIAUGREEN.COM
Tempat usaha Batu bata di desa Papal Kecamatan Bantan, kabupaten Bengkalis
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Sebanyak 13 tempat usaha Bedeng Batu Bata, di Desa Papal kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis akan ditutup oleh Pemdesa dan pihak Kecamatan yang diduga menyebabkan abrasi pantai.

Akan ditutupnya tempat usaha Batu Bata tersebut, justru menjadi polemik dari para pengusaha Batu Bata dan pihak Pemerintahan setempat.

Sementara, Kepala Desa Papal Lakuning Ratno ketika diwawancarai sejumlah Wartawan di Kantor desanya, Senin (9/10/17) mengatakan bahwa banyak masyarakat yang tidak setuju dengan pembuatan Batu Bata ini karena dampak ke lingkungan.

"Pembuatan batu bata ini, dampaknya adalah lingkungan,"ungkap Kades Papal, Lakuning Ratno.

Namu, disisilain, ungkap Kades yang baru menjabat selama satu bulan tersebut, para pelaku usaha Batu Bata mohon dengan segala hormat supaya usaha batu batanya tidak diberhentikan.

"Mereka mohon usah batu bata ini tidak diberhentikan, dengan alasan menyangkut Ekonomi atau mata pencarian. Tetapi pihak desa sudah mendudukan perkara ini dan mencari solusi yang terbaik, bagaimana baiknya supaya kedua belah pihak bisa terima,"kata dia lagi. 

Dengan akan adanya solusi itu, kata Lakuning lagi, bukan pihak desa beserta jajaran yang menentukan, akan tetapi solusinya tentang penggalian tanah yang menggunakan alat berat tersebut yang akan diberhentikan.

"Memang yang menggali pakai beko itu, sudah berenti total. Dan kami dari pihak desa sebagai jalan tengah supaya tidak ada kekusutan yang ada didesanya itu. Dan masalah ini, pihak pemdesa sudah mengumpulkan masyarakat serta mendatangkan dari kecamatan Bantan,"ujarnya lagi.

Terpisah, pemilik bedeng batu Seriyati menyampaikan bahwa bedeng batu miliknya itu sejak 17 tahun silam.

"Bedeng batu kami ini, sudah 17 tahun lamanya, seumpama diberhentikan kami pasti mintak imbal balik, mintak ganti rugi, soalnya bedeng itu baru diperbaiki. Disamping itu, hutang kami juga banyak,"ungkap Seriyati.

"Saya sudah menyampaikan ke Kepala Dusun dan kepala desa bahwa usaha kami untuk mencari makan hanya itu. Jika memang usaha batu bata ini akan ditutup entah usaha apalagi kami tidak tau,"ungkapnya lagi.

"Batu yang ada sekarang itu memang disuruh di bakar dulu, tapi setelah itu, tidak boleh lagi. Sehari hari untuk makan ya kami dari usaha batu ini,"keluhnya lagi.

Disisi lain, Bunangin pemilik Bedeng Batu juga memberikan tanggapannya dengan mengutarakan, biar tidak perang atau masalah usaha batu bata ini agar tetap berlanjut, camat Bantan harus mengambil jalan tengah.

"Soalnya pak camat tidak mau mengambil jalan tengah, kami punya bedeng buat batu ini bekerja secara manual. Bagi saya diambil jalan tengah, dan yang manual agar diteruskan, soalnya kami mencari makan dengan usaha itu aja,"kata Bunangin.

"Dalam hal ini, Camat harus mengambil keputusan, agar yang manual diteruskan. Tetapi kami juga di fitnah bahwa di bedeng batu itu menjadi tempat minum-minuman keras,"kesalnya Bunangin lagi.

Diutarakannya lagi, memang masalah ini, camat tidak bisa mengambil jalan tengah, dan mengatakan kewarga bahwa siapa tetap bekerja akan melanggar dihukum.

"Ya pak camat bilang siapa yang bekerja, akan melawan hukum,"cetusnya lagi.

Dari pantauan RiauGreen.com, bahwa dengan akan ditutupnya operasi pembuatan batu bata di desa Papal tersebut, dikarenakan kondisi pantai mengalami abrasi, disebabkan adanya galian tanah menggunakan alat berat (beko red,). (d*ari)

BERITA LAINNYA
Cabang Fahmil Bengkalis Rebut Juara 1 dan 3
Kamis, 14 Desember 2017 | 13:34
Fahmil Putra Asal Bengkalis Masuk Final
Rabu, 13 Desember 2017 | 12:50
BERIKAN KOMENTAR
Top