• Home
  • Bengkalis
  • Muska Arya Minta Maaf ke Bupati Amril, Diduga Salah Satu Kabid Pariwisata Jual Dokumen Negara

Muska Arya Minta Maaf ke Bupati Amril, Diduga Salah Satu Kabid Pariwisata Jual Dokumen Negara

Rabu, 20 September 2017 | 16:06
FOTO DAHARI RIAUGREEN.COM
Tersangka Arya saat diwawancarai di Sel tahanan Kejaksaan Negeri Bengkalis
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Pihak perusahaan PT. Bumi Rupat Indah (BRI) soal izin perinsip pembangunan kepariwisataan Rupat Utara, sudah menggelontorkan uang sebesar Rp700 juta kepada tersangka Bukhori yang telah ditahan Kepolisian pada Senin (8/8/17) silam.

Hal tersebut, dibeberkan tersangka Muska Arya usai penyerahan berkas dirinya dari Penyidik Polres ke pihak Kejaksaan Negeri Bengkalis (P21), Rabu (20/9/17) kepada RiauGreen.com.

Disampaikan tersangka Muska Arya bahwa pihak perusahaan sudah mengeluncurkan uang sebesar Rp700 juta kepada tersangka Bukhori yang saat itu diterimanya sendirian.

"Uang itu diterimanya sendirian, pada bulan April 2016, yang diserahkan dua tahap. Katanya waktu itu kepada saya mengatakan bahwa uang tersebut untuk membayar hutang Pilkada,"ujar Muska Arya menerangkan.

Saat itu, dari cerita Bukhori yang diceritakan tersangka Muska Arya bahwasanya dalam hal tersebut ada tiga instansi yang berperan soal kepengurusan izin prinsip ini. dia adalah Dinas BPT, Bapeda dan Pariwisata.

"Kalau masalah uang-uang saya memang tidak tau sama sekali. Saya tau setelah masalah ini mencuat, karena dia dituntut pihak perusahaan,"katanya lagi.

Lanjut Arya, untuk izin luas pembangunan kepariwisataan itu, lebih kurang 2000 hektar. Sedangkan dokumen negara itu didapat dari salah satu kepala Bidang (Kabid) di Dinas Pariwisata Bengkalis.

"Dokumen negara itu didapat dari seorang Kabid Dinas Pariwisata berinisial S,"ungkap Mukas Arya lagi.

Saat disinggung apakah Kadib Dinas Pariwisata S, juga ikut terlibat dalam hal ini dan masih banyak yang terlibat dalam hal ini lagi. Diungkapkannya, terlibat tidaknya itu aparat penegak hukum yang punya wewenang.

"Kalau sistem birokrasi, yang namanya Dokumen Negara itu, tidak bisa dijual belikan. Dan masalah ini mereka mereka itu hanya sebagai saksi. Tapi dalam hal ini ada tim dari Bapeda yang berangkat ke Rupat Utara, untuk mengukur titik kordinat, yang saya dengar saat itu pak Bukhori ada memberikan uang sebesar Rp10 juta,"bebernya.

Selain itu, dengan kejadian ini, tersangka Muska Arya mengaku belum ada mendapatkan uang sepeserpun. Dan hanya mendapat uang sebesar Rp200 ribu untuk melakukan scen dan buat cap stempel.

Disamping itu juga, dia juga meminta maaf kepada Bupati Bengkalis Amril Mukminin, dan mengakui ada kesalahan.

"Saya pribadi dan keluarga minta maaf kepada Bupati Amril, saya mengakui ini memang kesalahan saya, yang saya tidak ada niat untuk melakukan ini. Dan masalah ini juga, saya tidak pernah berhubungan langsung kepihak perusahaan, saya menganggap ini suatu ke dzholiman buat diri saya,"imbuhnya dengan mengatakan bertugas di dinas perpustakaan sebagai staf. (d*ari)

BERITA LAINNYA
Pelatihan Tata Rias Pengantin Disdik Resmi Ditutup
Minggu, 10 Desember 2017 | 14:16
800 Lebih Pencari Kerja Ikuti Polbeng Job Fair
Minggu, 10 Desember 2017 | 00:21
APBD Bengkalis 2018 Tunggu Verifikasi Gubri
Jumat, 08 Desember 2017 | 11:31
BERIKAN KOMENTAR
Top