• Home
  • Bengkalis
  • Ini Pengakuan Wak Topi dan Sodor Warga Desa Muntai, Bengkalis yang Diringkus Polisi Terkait Sabu dan Extacy
Diduga Jaringan Internasional Malaysia-Indonesia

Ini Pengakuan Wak Topi dan Sodor Warga Desa Muntai, Bengkalis yang Diringkus Polisi Terkait Sabu dan Extacy

Senin, 11 September 2017 | 13:32
FOTO DAHARI RIAUGREEN.COM
Kedua tersangka Idir alias Wak Topi dan Emi alias Sodor ketika diwawancarai RiauGreen.com di Mapolres Bengkalis
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Dua orang warga Desa Muntai kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis Riau, yang diringkus aparat kepolisian Resor Polres Bengkalis, terkait peredaran Narkotika diduga jaringan internasional (Malaysia-Indonesia), Kamis 7 September 2017 pada pukul 18.00 Wib di jalan Proyek Desa Sukajadi.

Dari kedua tersangka yakni Idir alias Wak Topi (43) dan Emi alias Sodor (30) barang yang diamankan sebanyak 12 kantong/bungkus besar diduga Narkotika jenis sabu dengan rincian berat kotor 603,25 gram, berat pembungkus 21,24 gram, bersih 582,01 gram dan berat yang disisihkan 24,13 gram berat sisa 557,88 gram.

Selain sabu-sabu, pihak Kepolisian juga mengamankan pil Extacy dengan jumlah total 335 Butir, sedangkan jumlah yang disisihkan sebanyak 19 butir dari total 335 butir extacy.

Sementara itu, tersangka Emi alis Sodor ketika diwawancarai RiauGreen.com mengaku hanya sebagai kurir dan dirinya baru mengantarkan sebanyak 2 kali. Dan satu kali lolos sebelum diringkus.

"Baru dua kali dan tengah menjalani 2 bulan, sekali mengantar saya mendapat upah 10 juta, dan yang kedua ini belum mendapatkan upah, 10 juta dengan berat sabu 1 kg bagi dua sama teman, yang 1 kg kemaren saya antar ke Pakning,"ungkap tersangka Emi alias Sodor, Senin (11/9/17).

Terpisah, tersangka Idir alias Waktopi (43) mengaku sudah menjalani bisnis barang haram tersebut selama setengah tahun.

"Sudah setengah tahun saya berkecimpung dalam penjualan Narkoba ini,"ungkap tersangka Idir alias Wak Topi.

Diutarakannya lagi, sabu sabu itu dipasok dari Malaysia yang saat itu ada yang menelpon ke dirinya dengan mengatakan suruh mengambil sabu itu di areal pantai desa Muntai.

"Ada yang nelpon ke saya suruh ngambil barang yang sudah sampai, dan saya jemputnya pada malam hari. Sabu-sabu ini yang punya orang malaysia tapi asal indonesia, suruh saya yang menjalankan bisnis narkoba ini,"Aku Wak Topi kepada RiauGreen.com.

Diutarakannya lagi, bahwa warga malaysia tersebut merupakan berasal dari Indonesia yang lahir didesa Muntai. Dengan perkilonya tersangka Idir alias Waktopi mendapatkan upah sebesar Rp15 Juta.

"Barang ini sebenarnya hanya diedarkan disini, menunggu orangnya balik dari Malaysia dan menyuruh saya jual sedikit sedikit, perkilonya saya mendapatkan gaji 15 juta. Saya pemilik barang ini tau orang nya di malaysia, dia itu orang indonesia tapi tinggal di malaysia dia orang muntai,"bebernya lagi dengan kaki tertatih-tatih karena ditembak aparat. kedua tersangka ini dikenakan pasal 114 (2) Jo pasal 112 (2) Jo pasal 132 (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009. (D*ari)

BERITA LAINNYA
3 Siswa SDN 5 Bengkalis Terima Beasiswa Berprestasi
Kamis, 16 November 2017 | 16:01
BERIKAN KOMENTAR
Top