• Home
  • Bengkalis
  • PN Bengkalis Eksekusi Lahan Diduga Diduduki Warga Desa Lubuk Muda

PN Bengkalis Eksekusi Lahan Diduga Diduduki Warga Desa Lubuk Muda

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 00:08
Sumber FOTO HUMAS POLRES BENGKALIS
PN Bengkalis Saat melakukan eksekusi lahan yang diduga ditempati oleh warga desa Lubuk Muda, kecamatan Siak Kecil, kabupaten Bengkalis Riau
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis sebagi Tim eksekutor yang melakukan eksekusi lahan yang diduduki oleh sejumlah warga Dusun Beringin, Desa Lubuk Muda, Kecamatan Siakkecil, Kabupaten Bengkalis Riau.

Eksekusi dilakukan, Kamis (10/8/17)tersebut merupakan tindakan tegas berdasarkan Surat Sita Ekseskusi perkara Perdata dengan Nomor 17/Pdt.G/2011/PN BKS Jo Nomor : 14/PDT2013/PTR tanggal 21 Maret 2016 dalam perkara perdata antara Djuli alias Yudi alias Bok Liong Cs (Penggugat) melawan Sidik Cs (Tergugat) pada objek lahan di daerah tersebut.

Disamping itu, sekitar pukul 11.00 WIB pengosongan lahan di lokasi Dusun Beringin itu dilakukan pada tiga bidang tanah yakni lahan yang diduduki Ali Iman (Tergugat) dengan luas 43.350 M2, lahan Syahril (Tergugat) dengan luas 40.000 M2 dan lahan Sidik (Tergugat) dengan luas 29.340 M2. 

Proses eksekusi dilakukan menggunakan empat unit alat berat excavator (Beko red'). Saat eksekusi sempat terjadi dialog antara Panitera PN Bengkalis dengan pihak/subjek eksekusi seperti Amir Syahrudin (Ketua DPD Pekat IB Bengkalis) meminta agar pelaksanaan eksekusi dipertimbangkan jangan melakukan penebangan semua objek akan tetapi hanya beberapa objek secara simbolis. 

Sementara itu LAMR Kecamatan Siakkecil A. Latif menyampaikan harapan agar pelaksanaan eksekusi ditunda, dimana masyarakat Desa Lubuk Muda merasa terzolimi oleh putusan hukum saat ini dan telah mengajukan gugatan ke PN Bengkalis melalui Kuasa Hukum LAMR Provinsi Riau.

Selain itu, Penjabat Kepala Desa Lubuk Muda Ade Safrizal menyampaikan lokasi eksekusi saat ini berada di wilayah Desa Tanjung Belit, akan tetapi eksekusi dilakukan di Desa Lubuk Muda, agar pihak BPN Bengkalis menghadirkan dan menunjukan sertifikat tanah dilakukan eksekusi.

"Kalau memang sertifikat tanahnya berada di Desa Tanjung Belit tolong PN Bengkalis melakukan peninjauan ulang,"kata Pj Kades Ade Safrizal.

Panitera PN Bengkalis mengutarakan bahwa ini merupakan tugas negara, sudah ada putusan hukum dan harus patuh hukum, kalaupun ada perlawanan dari pihak tergugat melalui hukum tidak menghambat pelaksanaan eksekusi.

Sedangkan terkait lokasi Desa Tanjung Belit diputusan dinyatakan berlokasi di Desa Tanjung Belit/Desa Lubuk Muda. 

Sementara itu, disampaikan Paur Humas Polres Bengkalis Ipda Zulkifli, proses eksekusi lahan tersebut dikawal ketat puluhan aparat keamanan dari Polres Bengkalis dipimpin Kabag Ops Kompol Afrizal Asri.

Dalam proses eksekusi itu langsung dihadiri, Ketua PN Bengkalis Sutarno serta puluhan masyarakat setempat. 

Sekitar pukul 10.40 WIB tim eksekusi menuju lahan sempat adanya penghadangan, dan sempat dilakukan upaya paksa dengan pengamanan dari pihak Polres Bengkalis. 

"Eksekusi ini, PN Bengkalis mengerahkan 30 orang tenaga buruh untuk melakukan pengosongan lahan milik tiga tergugat dengan menumbangkan tanaman termasuk beberapa unit rumah yang berada di objek eksekusi dengan menggunakan alat berat excavator dan mesin potong. Eksekusi pengosongan lahan selesai sekitar pukul 17.30 WIB,"kata KPN Sutarno SH MH seperti disampaikan Paur Humas kepada sejumlah Wartawan. (d*ari)

BERITA LAINNYA
Pelatihan Tata Rias Pengantin Disdik Resmi Ditutup
Minggu, 10 Desember 2017 | 14:16
800 Lebih Pencari Kerja Ikuti Polbeng Job Fair
Minggu, 10 Desember 2017 | 00:21
APBD Bengkalis 2018 Tunggu Verifikasi Gubri
Jumat, 08 Desember 2017 | 11:31
BERIKAN KOMENTAR
Top