• Home
  • Bengkalis
  • Sistem Irigasi Atau Pengairan Masih Kurang, Swasembada Beras Bengkalis Tertinggal

Sistem Irigasi Atau Pengairan Masih Kurang, Swasembada Beras Bengkalis Tertinggal

Jumat, 11 Agustus 2017 | 00:17
Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf Rizal Faizal Helmi
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Swasembada Beras di Bengkalis masih tertinggal dari kabupaten Siak. Hal ini disampaikan Dandim 0303/ Bengkalis Letkol Inf Rizal Faizal Helmi di Bengkalis, Kamis (10/8/2017) usai menggelar coffee morning dengan para awak Media dan LSM. 

Menurutnya, untuk Kabupaten Bengkalis produksi beras terdapat di desa Sepotong kecamatan Siak Kecil Bengkalis. Namun saat ini panen padi di sana masih satu kali dalam setahun. 

"Kita punya lahan berpotensi untuk Swasembada beras di Desa Sepotong kecamatan Siak Kecil setidaknya ada lahan sawah sebesar 1.500 hektar. Namun panen baru bisa dilakukan setahun sekali," jelas Dandim Bengkalis, Kamis kemaren.

Hal ini terjadi, ungkap Dandim, karena sistem irigasi atau pengairan di sana belum begitu baik,"Sebagian sudah ada sistem irigasinya. Namun sebagian lagi tidak," ungkapnya menerangkan.

Untuk itu pemerintah Bengkalis diharapkan mau membangun sistem irigasi yang baik di sana. Agar panen padi di sana bisa dilakukan dua kali dalam setahun. 

"Seperti di Siak tepatnya daerah Bunga Raya, di sana sistem irigasinya sudah bagus. Petani di sana melakukan panen dua kali dalam setahun,"bebernya. 

Secara teknis Kodim Bengkalis siap membantu dalam mengwujudkan penghasilan pangan supaya mengalami peningkatan di Bengkalis.

Satu diantaranya yang dilakukan saat ini pihak Kodim 0303 melalui Babinsa terus melakukan pengawalan terhadap distributor pupuk, dan bibit.

"Ini yang kita lakukan agar tidak ada permainan terhadap pupuk dan bibit. Kalau masyarakat ada mendapat pupuk oplosan laporkan ke Babinsa untuk kita tindak secara tegas,"imbuhnya. (d*ari)

BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top