• Home
  • Bengkalis
  • Berpotensi Ganggu Ketentraman, Tetua Suku Se Mandau Tolak Aksi ''2000 Lilin'

Berpotensi Ganggu Ketentraman, Tetua Suku Se Mandau Tolak Aksi ''2000 Lilin'

Rabu, 17 Mei 2017 | 13:06
DURI, RIAUGREEN.COM - Senin (15/5/2017) bertempat di sekretariat Masjid Arafah Duri, belasan perwakilan tetua dari berbagai persatuan suku yang mendiami Kecamatan Mandau berkumpul. Dari pertemuan itu, di sepakati jika mereka menolak aksi yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat Kecamatan Mandau.

Hal ini dilakukan, karena adanya sekolompok warga ingin menggelar aksi solidaritas antar suku bangsa dalam waktu dekat, yang mana kemasan acaranya dinilai kurang tepat. Ya, kemasan aksi dengan cara membakar lilin, dinilai sama dengan dilakukan sekelompok massa di beberapa daerah yang pada akhirnya menuai pro dan kontra.

Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) selaku payung adat semua suku di Kecamatan Mandau yang juga penggagas pertemuan melalui ketuanya Dzulfikar Indra kepada wartawan mengatakan, dari hasil pertemuan tersebut, semua suku-suku yang ada di Mandau, sepakat menolak adanya kegiatan itu. Dengan semangat ikrar - mengawal dan menjaga negeri junjungan, bermartabat dan bermarwah demi NKRI yang sama-sama cintai oleh warga Mandau. Semua perwakilan suku-suku masih menjunjung tinggi semboyan ''Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung".

''Artinya adalah, kita ikuti aturan main di daerah kita. Jangan lah dibawa aksi-aksi dari luar itu ke daerah kita. Masih banyak cara lain untuk mengungkapkan kita cinta kepada bangsa dan negara ini. Mari kita rembukkan bersama,''ujar Dzulfikar Indra.

Menurut Dzulfikar, hadir dalam pertemuan itu dari perwakilan IKMR Mandau (Minang), IKJR Mandau (Jawa), Ikrohil Duri (Melayu), Permasa Mandau (Aceh), KKSS Mandau-Pinggir (Palembang), IKBR. Bengkalis (Batak), PSMTI Mandau (Tionghoa), IKEIS Mandau (Islam Simalungun), HIMNI Mandau (Nias), IKBDS (Batak), GM. IKBDS (Gerakan Muda Batak), FPK Bengkalis (Forum Pembauran Kebangsaan) dan FPK Mandau (Forum Pembauran Kebangsaan).

Intisari pertemuan tersebut adalah, Ketua LAMR Mandau menghimbau kepada seluruh ketua-ketua Ikatan Keluarga Suku dan Paguyuban dibawah naungan payung LAMR, untuk tidak membawa "Persoalan Jakarta" ke Wilayah Kecamatan Mandau. Jangan rusakkan keharmonisan antar suku dan agama yang sudah terjalin. Untuk itu LAMR Mandau tidak menyetujui rencana untuk membakar 2000 lilin di Kecamatan Mandau.

''Mohon untuk diindahkan oleh kita bersama. Mari kembangkan pemahaman "AGREE IN DISAGREEMENT" 
Pembakaran 2000 lilin seperti yang direncanakan justru akan memicu konflik baru yang tidak berkesudahan,'' tegas Dzulfikar.

Namun, masih menurut Dzulfikar yang juga seorang pendidik ini, bukan berarti himbauan ini mengekang kebebasan berekspresi teman-teman dan saudara-saudara yang ada di Mandau. Akan tetapi lebih daripada itu adalah untuk mencapai tujuan yang lebih besar dan lebih mulia yaitu keharmonisan antar suku dan agama masyarakat kecamatan Mandau. 

''Tidak ada maksud untuk mengekang kebebasan berekspersi saudara-saudara kita di Mandau ini. Kita mohonkan kedepankan lah rasa saling melindungi antar kita. Jagalah ketentraman masyarakat kita ini yang sudah lama terbentuk,''pungkas Dzulfikar.

Upika Himbau Jaga Kerukunan Dan Ketentraman Warga Mandau

Sementara itu, Camat Mandau Djoko Edi Imhar menghimbau semua pihak agar dapat menjaga suasana kondusif yang sudah lama terbina di Kecamatan Mandau. Kerukunan dan ketentraman warga Mandau lebih utama untuk di jaga.

Untuk itu, dirinya juga meminta kepada segenap warga agar jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang dapat memecah belah kerukunan warga di Kecamatan yang berpenduduk lebih dari dua ratus jiwa ini. Jalan musyawarah sangat diharapkan untuk mencari solusi agar tidak ada pihak yang merasa di kecewakan.

''Kita himbau ke semua pihak yang ada di Kecamatan Mandau yang kita cintai ini agar dapat menjaga kerukunan dan ketentraman. Jalan musyawarah menurut saya sangat bijak dilakukan untuk memberikan solusi yang terbaik,'' ujar mantan Camat Kandis-Siak ini menghimbau.

Hal senada juga diungkapkan Kapolsek Mandau Kompol Ricki Ricardo SIK. Mantan Kapolsek Bukit Raya ini menghimbau kepada semua pihak agar dapat menjaga keamanan, ketertiban dan ketenraman yang sudah ada di Kecamatan Mandau ini. Dirinya selaku pihak keamanan berharap agar semua pihak dapat menjaga suasana kondusif di tengah-tengah masyarakat Mandau yang hetrogen ini.

''Kita harapkan kepada semua pihak agar bisa menjaga suasana kondusif di tengah-tengah masyarakat kita ini. Musyawarah memang jalan yang sangat baik untuk mengikat rasa persaudaraan kita,''pungkas Kompol Ricki.


Bobson Akan Bermusyawarah Dengan Semua Tetua Adat

Sementara itu, Bobson Simbolon yang merupakan inisiator aksi, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan jika dirinya akan segera melakukan musyawarah dengan semua tetua suku yang dipayungi oleh LAMR Mandau. Dirinya juga ingin agar aksinya bisa didukung oleh semua pihak yang ada di Mandau.

Bobson juga mengaku jika ia tidak bermaksud untuk membawa aksi ''lilin'' itu ke Kecamatan Mandau. Menurutnya tidak sepenuhnya aksi itu harus menggunakan lilin. Bisa dilakukan dengan cara lain yang sesuai dengan kebiasaan di daerah Mandau ini. 

Bobson juga mengatakan, jika ide lilin itu tercetus karena aksi ini datangnya dengan spontan. Tidak lebih hanya untuk penerangan waktu aksi, selain murah juga mudah di dapat.

Namun pria yang di kenal sebagai aktivis buruh ini juga akan mendengar saran dan pendapat dari para tetua suku agar aksi yang ia prakarsai ini bisa dilakukan dengan mendapat dukungan dari semua pihak. Aksi ini bertujuan untuk mengajak warga Mandau untuk membela NKRI, cinta kepada tanah air dan tidak terpengaruh dengan isu-isu perpecahan.

''Tidak ada maksud lain-lain. tidak ada aksi untuk mendukung seseorang atau hal negagif lainnya. Aksi ini cuma ingin mengajak warga untuk cinta tanah air dan siap membela NKRI. Kita siap untuk bermusyawarah dan menerima saran dari tetua-tetua kita terkait aksi ini,'' pungkas Bobson. (d*ari)


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top