• Home
  • Bengkalis
  • 36 Pendamping Desa Diberhentikan, Berikut Penjelasan Kaban PMD

36 Pendamping Desa Diberhentikan, Berikut Penjelasan Kaban PMD

Selasa, 18 April 2017 | 15:28
FOTO DAHARI RIAUGREEN.COM
H. Ismail ketika diwawancarai sejumlah wartawan
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM -  Setelah dilakukan evaluasi, Pemkab Bengkalis melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Bengkalis, memberhentikan 36 tenaga Pendamping Desa (PD) bidang pembangunan dan ekonomi. Diantara PD yang diberhentikan selama ini dikenal cukup berprestasi dan menjadi terbaik.

Ke 36 PD bidang Pembangunan yang diberentikan, masing-masing untuk Kecamatan Bengkalis, 3 orang, Kecamatan Bantan 3 orang, Rupat Utara 2 orang, Rupat 1 orang, Bukit Batu 3 orang, Siak Kecil 4 orang, Mandau 5 orang dan Pinggir 3 orang. Ditambah, PD bidang Ekonomi sebanyak 11 orang.

Selain PD, dua orang Adivisor Sutrisno S.Ag dan Hamdan  juga diberhentikan. Sedangkan Advisor lainnya, Asruari posisinya diturunkan menjadi Pendamping Desa untuk Ketam Putih dan Pematang Duku.

Tidak hanya itu, Koordinator Kabupaten Bidang Pembangunan, yang selama ini bertugas melalukan monitoring dan evaluasi, Abdul Muthaoin ST, juga diberhentikan.

Terkait pemberhentian tersebut, Kadis PMD Kabupaten Bengkalis, H Ismail MP saat dihubungi mengatakan, pihaknya memang telah melakukan evaluasi dan telah menyerahkan SK tahun 2017 kepada para Pendamping Desa pada awal bulan April lalu. Sementara 36 PD, dua orang Advisor dan 1 orang Korkab bidang pembangunan tidak lagi dilanjutkan.

Terkait pemberhentian sejumlah PD, padahal diantaranya adalah PD terbaik dan berprestasi, kata Ismail, satu sisi memang PD tersebut adalah yang terbaik, tapi bisa saja di sisi yang lain ada kelemahannya.

"Peran para Pendambing Desa itu adalah membantu tugas-tugas pemerintah (bupati,red). Tentu saja  pemerintah menginginkan orang-orang yang dianggap cakap dan bisa membantu tugasnya dengan baik di lapangan," ungkap Ismail. (d*ari)


BERITA LAINNYA
BERIKAN KOMENTAR
Top