• Home
  • Bengkalis
  • Konflik Jaring Batu, Polair Amankan 9 Nelayan Jaring Batu yang Beroperasi di Selat Bengkalis

Konflik Jaring Batu, Polair Amankan 9 Nelayan Jaring Batu yang Beroperasi di Selat Bengkalis

Kamis, 16 Februari 2017 | 15:30
Para Nelayan saat diamankan di Pos Pol Air Polres Bengkalis
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Satpol Air Polres Kabupaten Bengkalis mengamankan 9 orang Nelayan dan tiga Kapal Motor jaring batu. Tiga unit Kapal motor jaring batu tersebut oleh Pol Air, di khawatirkan adanya memicu Konflik antar nelayan.

Kesembilan nelayan, 3 nakhoda dan 6 orang Anak Buah Kapal (ABK) ini berawal setelah aparat memperoleh informasi dari nelayan tradisional rawai warga Kelurahan Rimbas Sekampung, Bengkalis karena adanya aktivitas jaring batu di Selat Bengkalis tersebut.

Setelah diamankan, kesembilan nelayan kemudian digiring ke Pos Polair tepatnya di Sungai Bengkel, Bengkalis untuk proses lebih lanjut.

"Malam tadi petugas mengamankan ada sembilan orang nelayan dari tiga kapal motor," ungkap Kanit Gakkum Polair Polres Bengkalis Ipda Bunyamin.

Selanjutnya, Kamis (16/2/17) siang, Sat Pol air melakukan pertemuan di Pos Polair tepatnya di Sungai Bengkel dengan antara kesembilan Nelayan pemilik kapal Jaring batu tersebut. Selain 9 orang nelayan Jaring batu, juga di hadirkan Nelayan Rawai tradisional kelurahan Rimbas Sekampung dengan cara kekeluargaan.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Bengkalis AKP Syafril Thalib, Kanit Gakkum Pol Air Ipda Bunyamin, Kasi Pembinaan dan Kelembagaan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Joni Handoko serta lurah Rimbas Kampung Rahmat Hidayat.

Disepakati bahwa antara nelayan rawai dan jaring batu atau kurau harus saling menjaga wilayah tangkap. Ketika ada aktivitas alat tangkap rawai, nelayan jaring batu wajib menghindari sekurang kurangnya sekitar 100 meter.

"Setiap nelayan khususnya yang ada di Bengkalis ini harus saling menjaga ketika melakukan aktivitas penangkapan ikan di Selat Bengkalis untuk menghindari konflik di lapangan," papar Kasi Pembinaan dan Kelembagaan DKP Bengkalis Joni Handoko usai pertemuan.

Usai menyepakati hasil pertemuan, nelayan jaring batu dan pemilik kapal serta nelayan rawai Rimbas Sekampung menandatangani surat pernyataan diatas materai diketahui Kapolsek, Lurah dan DKP. Kemudian, sembilan nelayan jaring batu dan kapal kembali dibebaskan. (d*ari)



BERITA LAINNYA
Upika Siak Kecil Sosialisasi Pencegahan Karlahut
Selasa, 21 Februari 2017 | 22:10
BERIKAN KOMENTAR
Top