• Home
  • Advertorial
  • Pemkab Bengkalis Berikan Pelayanan Gratis kepada Kelompok Peternak Sapi di 11 Kecamatan

Pemkab Bengkalis Berikan Pelayanan Gratis kepada Kelompok Peternak Sapi di 11 Kecamatan

Rabu, 17 April 2019 | 12:15
Petugas dinas pertanian Bengkalis melakukan penyuluhan ke pada peternak sapi di Kecamatan Bengkalis
BENGKALIS, RIAUGREEN.COM - Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Pertanian terus memberikan pelayanan gratis terhadap kelompok - kelompok peternak sapi yang terdiri dari 11 kecamatan di Kabupaten Bengkalis Riau.

Program Siwab tersebut untuk mendukung program nasional dan pemerintah daerah dalam Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab).

"Jadi kalau untuk Upsus Siwab ini yang perlu kita catat adalah, dia program dari pusat yaitu dari kementrian dan sudah berjalan selama tiga tahun dari 2017-2018 dan 2019 ini sudah memasuki tahun ketiga,"ungkap Kepala Dinas Pertanian Supardi melalui Kepala Seksi pembibitan dan Produksi Nuraini yang disampaikan Dr Windi Destri, Jumat 19 April 2019.

Diutarakan Windi Destri bahwa disetiap Kabupaten di seluruh Indonesia telah dikasikan beban untuk meningkatkan populasi seperti Sapi dan Kerbau yang ada. Jadi untuk di Kabupaten Bengkalis mendapat target dimana setiap kelompok peternak sapi yang memilki sapi akan mendapatkan Inseminasi Buatan (IB) dari tenaga ahli yang sudah ditunjuk dari dinas pertanian Bengkalis.

"Dan untuk siwab, bahwa setiap indukan baik sapi maupun kerbau itu wajib bunting. Supaya populasinya bisa bertambah. Terus kalau kita di kabupaten Bengkalis ini di tahun 2019 ini mendapatkan beban dengan target akseptor yang harus kita lakukan adalah sebanyak 1.800 ekor. Dari 1.800 ekor ini sapi sapi tersebut wajib dibuntingkan untuk di Kabupaten Bengkalis ini, "ujarnya.

Jadi dari 1.800 ekor itu, lanjut Dr. Windi Destri bisa akan menghasilkan minimal 70 persen angka kelahiran dari 1.800 ekor tersebut," Kalau 1.800 ekor kita layani, kemungkinan sapi yang bunting itu tidak mungkin sampai 100 persen. Tetapi maksimal 70-80 persen lah," ujarnya.


Kasi pembibitan dan produksi dinas Pertanian Bengkalis saat melakukan pengecekan sapi sapi ternak di kandang sapi milik Surbaini warga desa Kelapapati Bengkalis

Dikatakannya lagi, selain mendapatkan IB, kelompok peternak juga mendapatkan penyuluhan agar kedepan bisa mengembangkan sapi yang lebih baik. "Dokter hewan kita ada di setiap kecamatan, imunisasi IB yang diberikan kepada sapi ini dalam rangka ke depan pengelolaan sapi oleh kelompok ternak bisa memproduksi sapi sendiri,"sambung Kasi Pembibitan dan Produksi Nuraini.

Nuraini menjelaskan, dari tahun 2017-2018 sebelumnya, di Kabupaten Bengkalis jelas telah mengalami peningkatan populasi sekitar 10-20 persen. Dan soal ini angkanya juga tidak dapat dipastikan seperti adanya pengaruh penyakit dan jual beli yang meningkat.

"Memang tahun 2018-2019 kita sudah mengalami peningkatan yang cukup besar. Dan ini juga bukan hal yang mudah untuk mengejar target sampai 1.800 ekor ini. Dan disetiap kecamatan yang ada di kebupaten Bengkalis. Jadi kita dari dinas pertanian Bengkalis bahwa untuk mengejar target supaya tercapai 100 persen kita terus melakukan kegiatan dengan nama pelayanan terpadu,"katanya.

"Program Upsus Siwab ini sebenarnya program dari pemerintah pusat. Dengan adanya upsus siwab ini supaya dapat meningkatkan populasi sapi. Untuk memenuhi kebutuhan daging khususnya di Kabupaten Bengkalis,"pungkasnya.

Isa  ketua kelompok Al Barokah desa Kelapapati saat menunjukkan sapi sapi milik kelompoknya yang sebelumnya hanya beberapa ekor dan sekarang ini sudah mencapai puluhan ekor berkat adanya program siwab dari dinas Pertanian Bengkalis

Sementara itu, Isa, ketua kelompok Al Barokah peternak sapi di desa Kelapapati Kecamatan Bengkalis menyampaikan dan mengucapkan terimakasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis yang telah memberikan pembinaan selama ini.

"Kita dari kelompok peternak sapi di Kecamatan Bengkalis sangat berterimakasi kepada Dinas terkait, karena selama ini sering memantau dan memberikan pembinaan, seperti masalah kesehatan sapi, bagaimana perawatan sapi serta memberikan suntikan suntikan agar sapi induk bisa bunting," ungkap Isa.

Masih kata Isa, dengan adanya pembinaan dari Dinas Pertanian Bengkalis tersebut, tentunya ada peningkatan yang sangat signifikan, seperti sapi sapinya sehat dan sangat terpantau serta terkontrol kami memeliharanya.

"Sebelumnya kelompok peternak sapi Al Barokah hanya memiliki sebelas ekor sapi. Tetapi setelah adanya pembinaan dari dinas pertanian Bengkalis, kita sekarang ini sudah memiliki 45 ekor sapi. Dan harapan kami untuk kedepannya tentunya supaya lebih ditingkatkan lagi seperti makanan makanan sapi,"ungkap Isa.

Selain itu, hal senada juga disampaikan Surbaini salah seorang peternak sapi warga Desa Kelapapati. Surbaini mengatakan sebelumnya dirinya hanya memiliki sebanyak delapan ekor sapi.

Setelah adanya bimbingan dari dinas Pertanian Bengkalis dan adanya program Siwab tersebut, Surbaini mengaku saat ini dia sudah memiliki sebanyak 74 ekor sapi termasuk anak anak sapi yang baru lahiran.

"Dikandang saya ini, pembinaan yang diberikan dari dinas pertanian bisa dikatakan rutin dilakukan oleh Dokter dinas Pertanian dengan seminggu sekali pengecekan. Ada disuntik bunting IB dan pokoknya terawatlah,"kata Surbaini.

Diutarakan Surbaini lagi, sapi sapi miliknya tersebut hanya dijual untuk daging Kurban. Dan dirinya juga berterimakasih kepada dinas pertanian Bengkalis yang telah memberikan pembinaan yang terbaik.

Dewan Bengkalis Dukung Program Upsus Siwab

Wakil ketua DPRD Kabupaten Bengkalis H. Indra Gunawan (Eet) mendukung penuh dengan adanya program pemerintah mengenai Upsus Siwab yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis.

"Program tersebut demi meningkatkan produksi dagin sapi atau kerbau dalam negeri ini. Kita juga mendukung dinas pertanian Bengkalis yang sudah melakukan pendekatan dan memberikan pembinaan kepada masyarakat selama ini,"ungkap Wakil ketua DPRD Bengkalis H. Indra Gunawan dari partai Golongan Karya tersebut.

Lanjut Indra Gunawan, program yang disebut dengan upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab red,) ini juga bisa memberikan peningkatan pendapatan baik itu perkelompok peternak sapi maupun milik sendiri.

Sebenarnya, ungkap Indra Gunawan lagi atau lebih dikenal dengan sapaan Eet ini, faktor penentu keberhasilan  upsus siswab adalah dimulainya dari kondisi ternak sapi dan juga bagi para petugas lB, supaya kemampuan perternak sapi serta penetapan hingga status produksi.

"Yang jelas kita sangat mendukung dengan program tersebut, dan ini juga harus ada keterpaduan dilapangan dalam menjalankan seluruh aktifitas produksi. Dan ini juga menjadi perhatian kita semua untuk kedepannya, agar dinas pertanian Bengkalis lebih meningkatkan tercapainya kebuntingan dan kelahiran yang dapat menambah populasi ternak dengan tujuan akhir dan mewujudkan swasembada daging daging sapi ini,"ujarnya.

Dengan keberhasilan yang sudah dilakukan Dinas Pertanian yang memberikan pembinaan terhadap para peternak sapi di Kabupaten Bengkalis tersebut,  tentunya populasi sapi ternak bisa meningkat serta dapat mensejahterakan masyarakat.

Selain itu, dengan adanya kontribusi pemerintah dalam mensukseskan program upsus siwab tahun 2019 adalah agar lebih mengupayakan sapi untuk mencapai target bunting.

" Yang jelas kita dari dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Bengkalis tetap memberikan dukungan apalagi program ini sudah berjalan sejak tiga tahun. Dan kita juga berharap, dinas perntanian supaya terus memberikan pembinaan pembinaan kepada para peternak sapi di kabupaten Bengkalis," pungkasnyaDewan Bengkalis Dukung Program Upsus Siwab


Wakil ketua DPRD Kabupaten Bengkalis H. Indra Gunawan (Eet) mendukung penuh dengan adanya program pemerintah mengenai Upsus Siwab yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Bengkalis.

"Program tersebut demi meningkatkan produksi dagin sapi atau kerbau dalam negeri ini. Kita juga mendukung dinas pertanian Bengkalis yang sudah melakukan pendekatan dan memberikan pembinaan kepada masyarakat selama ini,"ungkap Wakil ketua DPRD Bengkalis H. Indra Gunawan dari partai Golongan Karya tersebut.

Lanjut Indra Gunawan, program yang disebut dengan upaya khusus sapi indukan wajib bunting (Upsus Siwab red,) ini juga bisa memberikan peningkatan pendapatan baik itu perkelompok peternak sapi maupun milik sendiri.

Sebenarnya, ungkap Indra Gunawan lagi atau lebih dikenal dengan sapaan Eet ini, faktor penentu keberhasilan  upsus siswab adalah dimulainya dari kondisi ternak sapi dan juga bagi para petugas lB, supaya kemampuan perternak sapi serta penetapan hingga status produksi.

"Yang jelas kita sangat mendukung dengan program tersebut, dan ini juga harus ada keterpaduan dilapangan dalam menjalankan seluruh aktifitas produksi. Dan ini juga menjadi perhatian kita semua untuk kedepannya, agar dinas pertanian Bengkalis lebih meningkatkan tercapainya kebuntingan dan kelahiran yang dapat menambah populasi ternak dengan tujuan akhir dan mewujudkan swasembada daging daging sapi ini,"ujarnya.

Dengan keberhasilan yang sudah dilakukan Dinas Pertanian yang memberikan pembinaan terhadap para peternak sapi di Kabupaten Bengkalis tersebut,  tentunya populasi sapi ternak bisa meningkat serta dapat mensejahterakan masyarakat.

Selain itu, dengan adanya kontribusi pemerintah dalam mensukseskan program upsus siwab tahun 2019 adalah agar lebih mengupayakan sapi untuk mencapai target bunting.

" Yang jelas kita dari dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten Bengkalis tetap memberikan dukungan apalagi program ini sudah berjalan sejak tiga tahun. Dan kita juga berharap, dinas perntanian supaya terus memberikan pembinaan pembinaan kepada para peternak sapi di kabupaten Bengkalis," pungkasnya. (adv)

Loading...
BERITA LAINNYA
Pendidikan Lokomotif Pembangunan Inhu
Kamis, 21 Desember 2017 | 11:34
BERIKAN KOMENTAR
Top