• Home
  • Advertorial
  • Disukai Raja-raja Terdahulu, Bolu Berendam Asal Inhu Raih Predikat Kue Tradisional Terpopuler Tingkat Nasional

Disukai Raja-raja Terdahulu, Bolu Berendam Asal Inhu Raih Predikat Kue Tradisional Terpopuler Tingkat Nasional

Senin, 18 Desember 2017 | 22:40
Bupati Indragiri Hulu (Inhu), H Yopi Arianto SE Menerima Piagam Penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas Sajian 100.000 Makanan Nusantara Bolu Berendam Terbanyak.
JAKARTA, RIAUGREEN.COM - Penyelenggaraan Anugrah Pesona Indonesia ( API) di stasiun Metro TV, Sabtu (25/11/2017), Kue Bolu Berendam asal Indragiri Hulu akhirnya menjadi kue tradisional terpopuler tingkat nasional. Inhu berhasil mendapatkan poling tertinggi dari 10 kontestan yang ikut.

Bolu Berendam mendapatkan poling 46,5% dan sah menjadi kue terpopuler nasional. Penghargaan diserahkan oleh  Sekretaris menpora, Gatot Dewa Broto dan diterima langsung oleh wakil Bupati Indragiri Hulu, H Khairizal.

Menurut Kadispora dan Pariwisata Indragiri Hulu, Armansyah, Bolu Berendam merupakan kue tradisonal asli Indragiri Hulu. Penganan khas masyarakat Melayu Rengat tersebut hanya bisa dijumpai ketika hari-hari besar seperti Idul Fitri, Idul Adha dan pesta pernikahan dengan adat melayu. Berbeda dengan bolu-bolu lainnya di Indonesia, bolu berendam disajikan dalam keadaan basah seperti berkuah.

Kuahnya bukan sembarang kuah, melainkan larutan gula yang diberi cengkeh, kayu manis dan adas. Maka tak heran, jika bolu berendam tersebut rasanya manis yang disukai tua dan muda.

Uniknya meski disajikan berkuah, bolu tersebut tidak hancur berderai. Teksturnya tetap padat. Hal itu yang membedakannya dengan bolu-bolu lainnya di Tanah Air.

Penghargaan diserahkan oleh  Sekretaris menpora, Gatot Dewa Broto dan diterima langsung oleh wakil Bupati Indragiri Hulu, H Khairizal.


Selain itu, bahan baku untuk membuat bolu itu pun berbeda dengan bolu pada umumnya, yang mana komposisi gula, telur dan tepung seimbang. Bolu Berendam hanya memerlukan sedikit tepung dan selebihnya gula dan telur. Perbandingannya, untuk sepuluh butir telur dan dua kilogram gula hanya memerlukan segenggam tepung terigu.

Ada mistisnya juga pada kue ini, contohnya tidak akan menjadi jika diproses dengan listrik seperti pengadukan telos dan lainnya. Maka kue nya tidak akan menjadi.

Menurut cerita, kue tersebut merupakan kudapan kesukaan raja-raja Kerajaan Indragiri pada zaman dahulu. Untuk membuat bolu tersebut, dibutuhkan kesabaran yang cukup tinggi dan banyak aturan yang harus diikuti.

Dikatakan Armansyah, hanya bolu berendam yang kita daftarkan dalam ajang API ini. "Alhamdulillah, makanan asli Rengat inj bisa menasional. Semoga kedepan akan bisa menjadi salah satu bagian promosi wisata Indragiri Hulu," harapnya.

Raih Penghargaan Muri

Sebelumnya, Bupati Indragiri Hulu (Inhu), H Yopi Arianto SE juga menerima Piagam Penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas Sajian 100.000 Makanan Nusantara Bolu Berendam Terbanyak.

Bupati Yopi Menerima Penghargaan dari Muri

Penyerahan penghargaan tersebut selesai pembukaan MTQ ke 47 Tingkat Kabupaten Indragiri Hulu yang dipusatkan di Desa Kampung Dagang Kecamatan Rengat, Jumat, 13 Oktober 2017 Malam.

Dalam penyerahan Penghargaan MURI tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Inhu H Khairizal SE.M.Si, dan Plt Sekda Inhu Ir.H.Hendrizal M.Si, Kepala OPD, Kabag dilingkungan Setdakab Inhu, Camat serta Anggota DPRD Inhu.

"Penghargaan dari MURI ini yang Saya terima ini merupakan milik seluruh masyarakat Indragiri Hulu, mari kita jaga dan Populerkan makanan Nusantara Bolu Berendam Asal Indragiri Hulu ini Sampai Pelosok Negeri di Indonesia Kita ini,", tutur Yopi Arianto dihadapan masyarakat Inhu saat membuka pelaksanaan MTQ Ke-47 Tingkat Kabupaten Inhu.

Sebelumnya, Pada Tahun 2010 lalu, Bupati Inhu pernah menerima Rekor MURI Atas Bupati Termuda di Indonesia. (adv/bud)

Loading...
BERITA LAINNYA
Pendidikan Lokomotif Pembangunan Inhu
Kamis, 21 Desember 2017 | 11:34
Gubernur Riau Panen Raya Padi di Desa Mentayan
Jumat, 08 Desember 2017 | 11:25
BERIKAN KOMENTAR
Top