• Home
  • Advertorial
  • Peluang Investasi Luar Biasa, Bupati Rohil Ekpose Potensi Pariwisata Pulau Jemur

Peluang Investasi Luar Biasa, Bupati Rohil Ekpose Potensi Pariwisata Pulau Jemur

Rabu, 01 November 2017 | 11:28
Bupati Rokan Hilir H. Suyatno, melakukan pemaparan (ekspose) tentang potensi pariwisata di Kabupaten Rokan Hilir pada acara Riau Investment Forum, Senin (16/10/2017) di Gedung Menara Dang Merdu Bank RiauKepri Kota pekanbaru.
ROHIL, RIAUGREEN.COM - Riau Investment Forum 2017 digelar sebagai ajang promosi beragam potensi ekonomi dan bisnis yang ada pada 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Momen ini pun benar-benar dimanfaatkan oleh Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) untuk mencari 'perhatian' investor.

Tak ketinggalan Bupati Rokan Hilir H. Suyatno, turut serta melakukan pemaparan (ekspose) tentang potensi pariwisata di Kabupaten Rokan Hilir pada acara Riau Investment Forum di Gedung Menara Dang Merdu Bank RiauKepri Kota pekanbaru.

Turut hadir pada acara tersebut Gubernur Riau H. Arsyadjuliandi Rahman, para Bupati dan perwakilan dari enam kabupaten daerah Riau, para investor, pelaku usaha bidang pariwisata, BUMD dan OPD terkait.

Ada enam kabupaten di Provinsi Riau yang meng-ekspose potensi pariwisata daerah masing-masing di hadapan Gubernur Riau, para investor, pelaku usaha bidang pariwisata, BUMD se-Riau dan para undangan yang hadir.

Kegiatan yang mengangkat tema "Mari jadikan Provinsi Riau sebagai daerah tujuan Investasi, Pariwisata dan Perdagangan (Trade, Tourism and Investment)" dilaksanakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Riau.

Untuk memajukan potensi pariwisata di Provinsi Riau pada kesempatan ini enam kabupaten sepakat menyatakan akan mempermudah setiap perizinan yang diajukan oleh pelaku usaha dan akan melakukan "jemput bola" oleh instansi terkait agar segala persyaratan terpenuhi sesuai ketentuan berlaku.

Perwakilan salah satu dari investor Alfianto mengatakan bahwa proses pengurusan perizinan di daerah Riau umumnya sangat mudah namun harus diiringi dengan kejelasan RTRW Provinsi Riau yang harus segera diselesaikan agar ada kepastian hukum untuk pelaku usaha.

Bupati Rokan Hilir H. Suyatno menyampaikan potensi wisata Pulau jemur hendaknya serius dilakukan dalam arti harus mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau maupun Pemerintah Pusat termasuk infrastruktur pendukung seperti jalan Dumai - Sinaboi, kawasan jalan pesisir Kubu dan Panipahan daerah Rokan Hilir.

Juga pernah ada investor datang minta disiapkan lahan 1.000 Ha untuk dibangun pelabuhan peti kemas di Sinaboi namun juga terkendala oleh RTRW Provinsi Riau, sebagai informasi RTRW telah di Perda-kan oleh DPRD Provinsi Riau dan masih berproses di tingkat pusat.

"Supaya wilayah Pesisir Provinsi Riau dan khususnya Rokan Hilir berkembang maksimal perlu ditunjang sistem transportasi yang memadai dalam hal ini Bandar Udara Pinang Kampai di Kota Dumai agar dikembangkan lebih optimal untuk memperpendek jarak tempuh dan waktu perjalanan dari setiap Daerah. Saya yakin, Insya Allah bila ini berjalan sesuai rencana maka wilayah pesisir Provinsi Riau akan lebih maju disegala sektor,"  ujar Suyatno.

Keunggulan Pulau Jemur


Bupati Rokan Hilir (Rohil), Suyatno mengatakan, Pulau Jemur yang mereka angkat sebagai destinasi wisata unggulan mempunyai banyak kedasyatan tidak dimiliki objek wisata serupa manapun.

Di antaranya, pulau ini berseberangan langsung dengan Selat Malaka. Secara tidak langsung menandakan pulau ini berbatasan langsung dengan wilayah tetangga Indonesia, seperti Malaysia dan Singapura. Sehingga bisa dipastikan pulau ini menjadi rebutan dari negara lain.

"Target kita pengembangan Pulau Jemur. Kenapa saya sampaikan demikian, karena Pulau Jemur itu merupakan kawasan langsung berbatasan dengan Selat Malaka," kata Bupati Rohil, Suyatno.

Ia menjelaskan, pulau ini merupakan pulau terluar lama-lama bisa berbahaya. Sebelumnya, Malaysia sudah mengklaim Pulau Jemur ini. Rupanya pulau jemur juga ada di Malaysia, bukan dianggap seperti Pulau Jemur yang ada di Rokan Hilir, Riau," jelasnya.

"Di sini ada penyu dan bermacam-macam jenis ikan. Kalau dikembangkan, Rohil ini akan hebat. Pulau Jemur ini merupakan aset kita bersama," tuturnya.

Untuk memenuhi hasratnya itu, Rohil tidak mampu mengembangkan destinasi wisata dengan maksimal secara sendirian. Mereka membutuhkan para investor siap membantu menggelontorkan dana menunjang segala sesuatunya.

"Makanya, Pulau Jemur ini harus dikeroyok. Peluang investasi di sini sungguh luar biasa. Kalau kemampuan kita saat ini rasanya tak akan mampu mengembangkannya. Kita memberi ruang sebesar-besarnya pada pihak ketiga,"tandasnya.

Sarana dan prasarana yang paling penting itu, jelasnya, seperti dermaga pelabuhan, kemudian tower telekomunikasi. Karena kalau sudah sampai ke sana komunikasi pasti sudah terputus.

Potensi Petani Kelapa

Disamping objek pariwisata yang membutuhkan investor untuk datang ke Rokan Hilir, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, Said Syarifuddin, mengungkapkan potensi kelapa juga sangat membutuhkan kehadiran investor.

"Petani kelapa di Inhil sangat membutuhkan kehadiran investor. Apa lagi kondisi seratus ribu hektare kebun kelapa di Inhil saat ini sudah rusak parah," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Inhil, Said Syarifuddin.

Masih dikatakan Sekda Inhil, kondisi perkebunan kelapa yang rusak semakin diperburuk dengan rendahnya harga kelapa yakni berkisar Rp1.800 per butir dan itu pun tidak dibayar langsung.

Sementara di perbatasan Guntung, kapal Malaysia sudah menanti untuk membeli kelapa petani lokal dengan harga yang cukup tinggi yakni Rp2.800 hingga Rp3 ribu setiap butirnya dan dibayar langsung.

"Kalau kelapa dibeli dengan harga yang pantas, otomatis petani kita tidak akan menjual hasil kebunnya kepada asing. Ini harus menjadi perhatian pemerintah," imbuh Said Syarifuddin dalam forum yang dihadiri beragam asosiasi terkait penanaman modal. (MC Riau/rat)


Meskipun berada di wilayah pesisir namun Kabupaten Rokan Hilir yang berjulukan negeri seribu kubah memiliki banyak keunggulan sebagai daerah tujuan investasi di Provinsi Riau. Posisi yang strategis, sumber daya alam yang berlimpah dan kondisi geografis, adalah beberapa faktor yang patut dipertimbangkan bagi calon investor.

Sebagian besar wilayah Kabupaten Rokan Hilir terdiri dari dataran rendah dan rawa-rawa terutama di sepanjang Sungai Rokan hingga ke muaranya. Wilayah ini memiliki tanah yang sangat subur dan menjadi lahan persawahan padi terkemuka di Provinsi Riau.

Pemerintah daerah sangat menyadari bahwa untuk mendorong pertumbuhan investasi di Kabupaten Rokan Hilir diperlukan iklim usaha yang kondusif dan prospek bisnis yang menguntungkan.

Kondisi ini sangat diperlukan bukan saja untuk menarik investor (dalam dan luar negeri) tetapi juga dalam rangka mempertahankan dan membesarkan usaha yang sudah ada. (adv/her)

Loading...
BERITA LAINNYA
Pendidikan Lokomotif Pembangunan Inhu
Kamis, 21 Desember 2017 | 11:34
Gubernur Riau Panen Raya Padi di Desa Mentayan
Jumat, 08 Desember 2017 | 11:25
BERIKAN KOMENTAR
Top