• Home
  • Advertorial
  • Pemkab Rohil Insentifkan Pengawasan Cegah Masuk Barang Ilegal

Pemkab Rohil Insentifkan Pengawasan Cegah Masuk Barang Ilegal

Selasa, 22 November 2016 | 19:57
Bupati Suyatno bersama Kejaksaan dalam rangka pemusnahan barang ilegal
ROHIL, RIAUGREEN.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) melalui Dinas perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus melakukan pengawasan agar berbagai Produk dari luar tidak masuk ke negeri seribu kubah. Bahkan, saat ini Disperindag juga gencar melakukan sidak kesejumlah mini market dan swalayan untuk memeriksa makanan dan minuman yang telah kadaluarsa yang masih dipajangkan oleh pemiliknya.

"Kita terus ke lapangan untuk mengawasi masuknya produk dari luar, karena rohil ini sangat banyak memiliki pelabuhan tikus yang tentunya tidak tertutup kemungkinan barang-barang ilegal itu masuk kerohil. Pengawasan ini dilakukan dalam rangka menyambut perayaan natal dan pergantian tahun baru 2017," ujar Kadisperindag Rohil, H Syafruddin HS, di Bagansiapiapi.

Dikatakannya, kendala di lapangan dalam mengawasi masuknya produk luar adalah keterbatasan personil. Namun demikian pihaknya akan meminta bantuan kepada personil Satpol PP, pihak kepolisian dan lain sebagainya.
"Yang jelas sebelum perayaan natal dan tahun baru kita terus pantau dan meningkatkan pengawasan termasuk harga sembako dipasaran," Kata Syafruddin.

Diakui Mantan Kabag Keuangan Setdakab Rohil ini, pihaknya akhir-akhir ini juga terus melakukan sidak ke sejumlah mini market yang ada dibeberapa kecamatan di Rohil khususnya didalam pusat ibukota Kabupaten.

Dimana sidak itu pihaknya hanya memberikan teguran kepada pemiliknya agar makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa tidak dijual lagi karena sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

"Baru-baru ini kita melakukan sidak kesejumlah mini market, Swalayan, dan Toko yang ada dikota Bagansiapiapi. Dalam sidak itu memang ada ditemukan makanan dan minuman yang sudah kadaluarsa. Namun setelah diberikan pengarahan kepada pemiliknya, Alhamdulillah barang-barang kadaluarsa itu tidak dipajangkannya lagi," Aku Syafruddin.

Bupati Suyatno Ikut Musnahkan Barang Ilegal
 
Kamis pagi 20 Oktober 2016, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Bagansiapiapi musnahkan ribuan rokok, dan ratusan botol minuman keras berbagai merek.

Pemusnahan barang ilegal tersebut dilakukan di lapangan kantor Bea dan Cukai, yang dihadiri Bupati Rohil H Suyatno, Kepala kantor Bea dan Cukai Suhartoyo, Kapolsek Bangko AKP Agung Tri Adiyanto Sik, Serta pejabat dan Instansi Penegak Hukum lainya yang tergabung di Forkompinda Rohil.

Kepala Kantor Bea Cukai Suhartoyo,mengungkapkan, Pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) hasil tangkapan ini merupakan salah satu perwujudan fungsi Bea Cukai sebagai pelindung masyarakat dari peredaran barang-barang ilegal.

Suhartoyo juga mengungkapkan bahwa peredaran barang ilegal yang dimusnahkan pada kesempatan kali ini apabila di pasar bebaskan, akan menimbulkan kerugian negara yang bersifat materil dan imateril.

Adapun jenis barang ilegal yang dimusnahkan tersebut antara lain rokok sebanyak 98 slop dan 9.150 bungkus, minuman keras sebanyak 108 Botol dan minuman mengandung alkohol 1.440  kaleng Merek ABC.

Nilai Barang yang dimusnahkan tersebut diperkirakan mencapai Rp.1.30.926.625, yang merupakan hasil operasi pasar wilayah Bagansiapiapi sampai ujung tanjung,panipahan dan sinaboi.

"Perkiraan keseluruhan nilai barang tersebut mencapai Rp1.30.926.625 juta, Keseluruhan barang tersebut dimusnahkan dengan cara dibakar dan ditumpahkan kedalam ember sampai barang-barang tersebut tidak lagi memiliki nilai ekonomis," tutup Suhartoyo.

Sementara itu Bupati Rokan Hilir H.Suyatno,memberikan apresiasi kepada Bea dan Cukai Bagansiapiapi karena telah bekerja keras untuk menertibkan barang ilegal tersebut.

"Kita memberikan Apresiasi kepada Bea dan Cukai Bagansiapiapi dan juga intansi penegak hukum lainya," kata Bupati.
"Barang telah dimusnahkan pihak Bea dan Cukai telah merugikan negara Ratusan Juta tanpa memiliki izin atau pajak negara," sebut Bupati

Sambung Suyatno, Rokan Hilir merupakan Perairan  pelayaran antar domestik berbatasan langsung negara tetangga seperti Malaysia, Singapore dan Thailand rentan terjadinya semokil antar negara. Tidak tertutup kemungkinan barang maupun produk luar negara masuk lewat pelabuhan tikus di wilayah Bagansiapiapi, Panipahan, Sinaboi dan lainnya.

Bupati menambahkan, bahwa pengawasan terhadap barang ilegal tersebut merupakan bagian dan tugas bea dan cukai, salah satunya adalah untuk mencegah masuknya atau beredarnya barang ilegal ke Rokan Hilir Riua.

Progaram pemberantasan barang illegal dilakukan oleh Bupati Suyatno sebagai implementasu terhadap Pemerintah Jokowi-JK, yakni komitmen untuk memberantas kasus-kasus pungli di seluruh wilayah Indonesia. Bukan saja pungli, tapi termasuk peredaran barang-barang ilegal yang masuk ke Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Menkopulhukam Wiranto, usai menghadiri acara ulang tahun Fraksi Hanura di gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Rabu (19/10/2016).

"Kita sangat komitmen, istilah sapu bersih pungli ini benar-benar menjadi prioritas kita. Dan ini sudah dimulai dari beberapa instansi seperti Dishub, Kejaksaan, Pengadilan dan Kepolisian," tukasnya kepada awak media termasuk GoNews.co.
Bahkan kata dia, sudah banyak para pelaku pungli yang dibabat habis dalam beberapa minggu ini. "Bukan hanya kasus pungli miliaran, Presiden Jokowi sudah komitmen bahwa sepuluh ribupun akan kita tangkap," ujarnya.

Selain pungli, Menkopulhukam juga dengan tegas tidak akan membiarkan kasus-kasus peredaran barang ilegal.

"Bisa semua ya, dalam hal ini bisa barang makanan, atau pun itu yang masuk ilegal. Karena dampaknya bukan hanya merugikan ekonomi kita, tapi juga kepada masyarakat sendiri, umpama soal makanan, barang yang tak jelas juga bisa menimbulkan beberapa penyakit," paparnya. (adv//hms/her)



BERITA LAINNYA
Gubri: Riau Harus Bebas Asap
Senin, 23 Januari 2017 | 17:41
Peran Media Sukseskan Riau Menyapa Dunia
Kamis, 22 Desember 2016 | 11:59
Program 'Jemput Bola' Permudah Masyarakat Rohil
Minggu, 20 November 2016 | 14:43
Sektor Perikanan Mampu Dongkrak PAD Riau
Jumat, 28 Oktober 2016 | 19:24
BERIKAN KOMENTAR
Top