• Home
  • Advertorial
  • Menaker Apresiasi Ponpes di Riau, Gubri: Semakin Banyak Ponpes, Riau akan Aman

Menaker Apresiasi Ponpes di Riau, Gubri: Semakin Banyak Ponpes, Riau akan Aman

Rabu, 02 November 2016 | 12:06
Menaker RI Hanif Dhakiri, berbincang dengan Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman.
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakhiri mengapresiasi Provinsi Riau yang memiliki pondok pesantren (Ponpes) dengan jumlah santri mencapai puluhan ribu, terlebih lagi semuanya dapat eksis. 

Pernyataan itu disampaikan Menteri Hanif Dh‎akiri saat menghadiri perayaan Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Riau belum lama ini. Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif juga menyempatkan diri berkunjung ke Ponpes Al Mujtahada Pekanbaru belum lama ini.

"Saya minta pesantren jangan pernah meninggalkan karakternya, mesti di zaman serba canggih. Karakter pengertian, budi pengerti dan ahlak mulia," kata Menteri Hanif. 

Oleh karena itu dia meminta kepada Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman untuk mendukung perkembangan ponpes dalam pembangunan daerah. ‎

Dia juga menitipkan pembangunan pesantren kepada pemda supaya alumni-alumni pesantren bisa juga bekerja selayaknya lulusan lainnya.

"Pemerintah bisa mendukung pembangunan pesantren ini. tentunya dunia pesantren menyambut baik itu, Gubernur saya titip pesantren. Kalau mau menghancurkan Indonesia gampang, tinggal menghancurkan pesantren saja," jelasnya.

Menurutnya ponpes telah menjadi bagian Indonesia, tanpa ponpes, santri dan kyai Indonesia tidak ada. Hal itu, kata dia, karena pesantren dapat menyesuai perkembangan zaman, dan turut serta membangun Tanah Air. 

Sebagai mantan santri di Ponpes Salatiga, Jawa Tengah, dia mengaku seperti bernostalgia ketika menghadiri acara peresmian bangunan Ponpes  Al-Mujtahadah, Pekanbaru.

"Berada ditengah-tengah pesantren seperti nostalgia. Saya senang bisa kumpul bersama santri," kata Menaker Hanif. 

Saat memberikan motivasi dihadapan ribuan santri di halaman Kantor Gubernur Riau, Menteri Hanif tak bosan-bosannya mengajak santri untuk meningkatkan pengetahuan, dan santri diminta untuk mencintai Islam, Pancasila, NKRI dan NU. ‎

Sementara itu, Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman menyambut baik dengan banyaknya ponpes di Riau. Karena menurut hematnya, semakin banyak ponpes, Riau semakin aman. Perkembangan ponpes juga semakin baik dengan banyaknya masyarakat luar yang datang.

"Kalau  dulu anak Riau belajar ke ponpes luar daerah, sekarang terbalik, mereka belajar ke Riau. Ini kan perkembangan positif," katanya.
Pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mujtahadah, KH Prof Ahmad Mujahidin mengatakan di Riau terdapat 283 pesantren dengan lebih 37 ribu santri.

"Santri-santri ini akan ikut membangun negeri supaya lebih maju lagi. Tak dipungkiri tanpa ponpes Indonesia tidak ada apa-apanya, karena peran serta santri untuk Indonesia telah banyak untuk pembangunan," ujarnya.

Sebelum memperingati Hari Santri Nasional pada, Kamis (6/10) Pemprov Riau melakukan Shalat Ashar mengawali pelaksanaan Apel Akbar dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2016 di Halaman Kantor Gubernur Riau.


Menaker RI, Hanif Dhakiri hadiri Apel Akbar Hari Santri Nasional tingkat Provinsi Riau menyempatkan diri kunjungi Ponpes di Pekanbaru.

Shalat tersebut diikuti langsung oleh Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, pejabat di lingkungan Pemprov Riau dan Kemenag Riau, serta 4.636 santri se Indonesia dengan imam dari salah satu pondok pesantren di Riau.

Usai pelaksanaan shalat ashar berjamaah acara dilanjutkan dengan pelaksanaan apel akbar yang diawali dengan penampilan pembacaan ayat- ayat suci Alquran, doa, dan laporan pantia.

Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman dalam sambutannya mengatakan, banyak lulusan santri-santri yang telah berhasil menunjukan eksistensinya didalam berpolitikan dan kemimpinan Indonesia. Seperti, Menteri Ketenagakerjaan RI, M Hanafi Dhahkiri dan Khofifah selaku Menteri Sosial RI.

Untuk itu ia berharap agar para santri harus menunjukan eksistensinya, karena Menteri Ketenagakerjaaan, Menteri Sosial juga alumni pesantren. Seiring dengan perkembangan global perubahan budaya yang tak terelakan, santri harus memberikan respon positif dan mengikuti perkembangan tersebut dalam suatu hal yang positif.

Gubri menambahkan, para santri untuk dapat menjadi agent of change, dan pesantren dituntunt untuk pertahankan pendidikan keagamaan diera globalisasi. Agar santri menjadi pribadi muslim kedepan, antara imtek dan impek, dan diharapkan menteri untuk bisa ikut sertakan balai pelatihan di pondok pesantren.

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Pondok Pesantren Riau selaku panitia, Prof Dr Ahmad Mujahidin MA menyebutkan, Apel Akbar dalam rangka Hari Santri Nasional di Provinsi Riau diikuti sebanyak 4.636 santri dari 5.000 undangan yang sebar. Dengan rincian Pekanbaru mengirimkan utusan sebanyak 2.392 santri, Kampar 204 santri, Pelalawan 100 santri, Siak 450 santri, Bengkalis 20 santri, Rohil 60 santri, Rohul 10 santri, Inhil 90 santri, Inhu 90 santri, Kepulauan Meranti 20 santri, Dumai 70 santri, dan Kuansing 45 santri.

Menurutnya, peringatan Hari Santri Nasional benar-benar telah mengangkat harkat dan martabat santri. Dimana, selama ini gerakan santri seolah- olah tersendat, karena imagenya lulusan pondok itu hanya bisa mengaji dan baca doa saja, sehingga tidak diakomodir dalam pemerintahan. (ADV/HUMAS PEMPROV RIAU)

BERITA LAINNYA
Pulau Jemur, Woww…. Indahnya…!
Senin, 13 Februari 2017 | 12:22
Menpar Tetapkan Bono Sebagai Destinasi Kelas Dunia
Jumat, 03 Februari 2017 | 11:23
Gubri: Riau Harus Bebas Asap
Senin, 23 Januari 2017 | 17:41
Peran Media Sukseskan Riau Menyapa Dunia
Kamis, 22 Desember 2016 | 11:59
Program 'Jemput Bola' Permudah Masyarakat Rohil
Minggu, 20 November 2016 | 14:43
BERIKAN KOMENTAR
Top