Sektor Perikanan Mampu Dongkrak PAD Riau

Jumat, 28 Oktober 2016 | 19:24
Ketua PKK Riau mencicipi menu makananan berbahan dasar ikan
PEKANBARU, RIAUGREEN.COM - Provinsi Riau ‎memiliki letak wilayah yang stategis, dimana berbatasan dengan negara-negara tetangga. Tak hanya itu, Riau juga memiliki perairan laut dan sungai dengan segala isinya yang cukup besar. 
 
Atas kekayaan alam tersebut, Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman berharap ‎dapat mengdokrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui hasil perikanan.
 
Belum lama ini, Gubri  melakukan kunjungan kerja bersama perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Gubri menyoroti kerugian yang dialami Riau akibat tidak memiliki pelabuhan ikan. 
 
Dimana, Riau harus merugi selama bertahun-tahun karena aktivitas jual beli ikan dan pendataan terhadap nelayan tidak dapat dilakukan dengan baik. Hal ini tentu saja membuat masyarakat dan pemerintah merugi, karena data dan informasi produksi ikan diperlukan dalam pengelolaan perikanan.
 
"Data produksi ikan harus dihitung secara riil. Ini menjadi tugas Dinas Perikanan dan Kelautan. Kondisi seperti ini bisa merugikan daerah kalau dibiarkan berlarut-larut," kata Gubri belum lama ini. 
 
Menurutnya, bukan saja tingkat eksploitasi sumberdaya ikan Riau yang tidak dapat dipantau, pajak retribusi kapal-kapal besar yang beraktivitas di perairan Riau pun tidak dapat didata. Maka tidak heran, jika pencurian ikan di Riau masih sering terjadi.
 
Padahal, sektor perikanan turut berkontribusi besar terhadap Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau. Sebagaimana disebutkan dalam data Dinas Perikanan Provinsi Riau bahwa, sektor perikanan memberikan kontribusi yang cukup penting terhadap PDRB Provinsi Riau. Sejak satu dasawarasa terakhir hingga kini, sektor perikanan memberi konstribusi lebih dari 2,06 persen terhadap PDRB daerah ini.
 
Dengan demikian sektor perikanan merupakan pemberi konstribusi kelima pada sektor pertanian, setelah sub sektor tanaman bahan makan, tanaman perkebunan, perternakan dan hasil-hasilnya serta kehutanan.
 
Untuk itu, pembangunan dan pengembangan sektor perikanan di Riau tentunya harus berkesinambungan dan terintegrasi antar daerah. Titik beratnya adalah pada keunggulan komparatif masing-masing kabupaten dan kota di daerah ini.
 
Gubri mengatakan, sektor perikanan ini perlu mendapatkan perhatian serius untuk lebih dikembangkan secara profesional. Targetnya jelas yakni, penggalian potensi perikanan secara optimal, peningkatan produksi secara maksimal dan berkesinambungan dengan sasaran akhirnya adalah untuk peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Lancang Kuning ini.
 
Data Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau mencatat, potensi perikanan daerah ini cukup tinggi, yakni lebih 132.000 ton dan itu terus meningkat tiap tahun. Potensi sektor perikanan di Riau tidak hanya tersebar di sektor kelautan, namun juga perikatan air tawar. Dalam beberapa tahun terakhir, potensi budidaya kolam yang mencapai sekitar 14.000 ton. Begitu juga potensi pengembangan tambak dan keramba, yang pemanfaatannya masih di bawah 10 persen.
 
"Potensi inilah yang dapat dikembangkan secara optimal dalam mendukung pendapatan asli daerah untuk Pemerintah Provinsi Riau. Namun demikian, kita harus memiliki data-data potensi perikanan yang valid. Ini perlu menjadi perhatian, Dinas Kelautan dan Perikanan harus betul-betul mendata potensi dan produksi ikan sehingga tidak merugikan daerah. Kita harus tahu potensi dan produksi riil hasil perikanan Riau," terangnya. 
 
Disamping itu, ‎Pemprov Riau bersam Forum Peningkatan Komsumsi Ikan (Forikan) juga tengah genjar mensosialisasikan kepada masyarakat manfaat makan ikan melalui lomba masak ikan yang digelar belum lama ini. Diharapkan dengan kegiatan tersebut, pengembangan potensi daerah dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud melalui masyarakat yang cerdas.
 
Kegiatan itu juga dimaksudkan untuk mengajak masyarakat untuk gemar makan ikan, sehingga akan menciptakan generasi yang akan datang menjadi lebih cerdas dan inovatif dalam menghasilkan karya yang dapat memajukan kesejahteraan masyarakat. 
 
Kegiatan yang mengangkat tema "Melalui Lomba Masak Serba Ikan Kita Dukung Kedaulatan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan Untuk Kesejahteraan dan Kecerdasan Masyarakat " ini seluruh menu yang diperlombakan berbahan yang ikan Tuna, Cakalang dan Tongkol, dimana ada 3 menu utama yang harus ditampilkan oleh peserta yaitu menu keluarga, menu kudapan (cemilan), menu balita. 
 
Untuk kategori menu keluarga yang menjadi pemenang 1 yaitu kabupaten Siak dengan perolehan nilai dari dewan juri 72,81, sedang untuk kategori menu yang lain yaitu menu kudapan dan menu balita diborong oleh kota Dumai dengan perolehan nilai 707 dan 705 yang mengantarkan kota Dumai sebagai juara umum lomba masak serba ikan se-provinsi Riau untuk tahun ini. 
 
Dalam acara tersebut juga dihadiri langsung oleh Ketua Forikan Provinsi Riau, Hj Sisilita Arsyadjuliandi, Staf Ahli Gubernur Riau Bidang Pembangunan yang dalam hal ini mewakili Gubernur Riau, Arsyadjuliandi Rachman, dan dari pihak akedemisi Rektor UNRI Prof Aras Mulyadi DEA. (ADV/HUMAS PEMPROV RIAU)


BERITA LAINNYA
Pulau Jemur, Woww…. Indahnya…!
Senin, 13 Februari 2017 | 12:22
Menpar Tetapkan Bono Sebagai Destinasi Kelas Dunia
Jumat, 03 Februari 2017 | 11:23
Gubri: Riau Harus Bebas Asap
Senin, 23 Januari 2017 | 17:41
Peran Media Sukseskan Riau Menyapa Dunia
Kamis, 22 Desember 2016 | 11:59
BERIKAN KOMENTAR
Top