• Home
  • Foto
  • Peringatan HUT Kabupaten Siak ke 18 Banjir Penghargaan

Peringatan HUT Kabupaten Siak ke 18 Banjir Penghargaan

SIAK, RIAUGREEN.COM - Bupati Siak, Syamsuar memberikan penghargaan kepada enam tenaga kesehatan berprestasi dalam menjalankan tugasnya, usai peringatan HUT 18 tahun kabupaten Siak. Dua diantaranya berasal dari puskesmas Sungai Apit, dua dari puskesmas Kerinci Kanan dan puskesmas Bungaraya serta satunya lagi berasal dari Dinas Kesehatan.
 
Enam orang tersebut adalah Rama Yenny ahli gizi puskesmas Bungaraya, berinovasi dengan membentuk kader motivasi (KM ASI) guna meningkatkan cakupan Asi ekslusif. Agus Hadi Setyo Usodo perawat puskesmas Kerinci Kanan membuat pelaksanaan posyandu remaja di kampung Buatan Baru. Linca Sianturi bidan puskesmas Kerinci Kanan melakukan program penurunan angka kematian ibu dan bayi dengan persalinan desa Jati Mulya.
 
Sementara, Eki Naldi petugas apoteker puskesmas Sungai Apit membuat penerapan poli CP, Desi Yarnisa perawat dari puskesmas Sungai Apit membuat penyulingan air gambut menjadi air bening dan bersih, dan Zaiyuszamsari dari Dinas Kesehatan, membina pelaksanaan gerakan masyarakat cerdas menggunakan obat (gema cermat) di Kabupaten Siak.
 
Bupati berharap, penghargaan untuk empat orang tenaga kesehatan yang berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) ini dapat memotivasi petugas kesehatan lain untuk berinovasi dan bekerja maksimal.
 
“Tenaga kesehatan ini dapat menjadi contoh bagi rekan sejawatnya (ASN) untuk bekerja dan berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sekaligus untuk mewujudkan Siak sebagai kabupaten sehat,” ujar Syamsuar, Kamis (12/10/2017) di lapangan tugu.
 
Selain itu, Syamsuar berpesan kepada pegawai lainnya agar membuat gebrakan untuk kemajuan daerah dan memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada masyarakat.
 
"Saya berharap,  kedepan tambah banyak pegawai yang berinovasi, dalam memajukan pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
 
Tiga warga Kandis ini menerima penghargaan dari Bupati
 
Tasliatik wanita pembuat dodol pulut berusia 71 tahun itu sebelumnya tak menyangka, bahwa dirinya menerima penghargaan dari Bupati Syamsuar. Melalui anaknya Rusmawati (39 tahun) mengucapkan syukur dan terima kasih atas apresiasi yang diberikan.
 
"Alhamdulillah, saya mewakili Mak bersyukur dan mengucapkan terima kasih atas pemberian penghargaan ini," ucap Rusmawati usai upacara HUT ke 18 Kabupaten Siak, Kamis (12/10/2017) pagi. 
 
Mbak Wati menceritakan, usaha yang dirintis sejak tahun 1996 itu adalah peninggalan ayahnya. Kemudian diteruskan oleh Mak Tasliatik yang dijual dikios depan rumahnya sendiri. 
 
"Dodol Pulut Agung kami jual perbungkusnya Rp. 20 ribu, kalau dihitung perbulannya kurang lebih kami dapat Rp. 2 juta," jelas mbak Wati. 
Proses pembuatan dodol pulut ini, kata Mbak Wati, menggunakan kayu bakar dengan api sedang. Bahannya beras pulut yang sudah digiling dan dicampur gula dan santan. Terkadang dicampur durian dan pandan, untuk menambah cita rasa yang berbeda. 
 
"Biasanya yang datang itu, membeli untuk oleh-oleh, dan mereka suka lihat proses pembuatannya dibelakang," ungkapnya. 
 
Dilain pihak, Junaini Fitri, Amk (31 tahun) pelaku usaha anyaman lidi sawit (kelompok wanita tani), juga menerima penghargaan dari Bupati Siak. Meski usahanya baru ia rintis sejak bulan Maret yang lalu. 
 
Suaminya (Budiman) bekerja sebagai Bapekam  di Kampung Jambai Makmur, Kandis. Dirinya sempat bekerja sebagai perawat, namun setelah memiliki anak, ia putuskan untuk berhenti bekerja. 
 
Sebagai anggota kelompok wanita tani, yang telah diberikan pelatihan. Fitri sapaan akrabnya, mencoba membuat anyaman dari lidi kelapa sawit dan kerupuk pisang. 
 
"Usaha kami ini baru mulai beberapa bulan yang lalu, dari lidi kelapa sawit tersebut kami bisa membentuknya menjadi keranjang buah, piring, mangkok, dan keranjang tempat parcel, " jelas Fitri. 
 
Fitri mengaku senang dan bersyukur, karena menerima penghargaan dari Bupati Syamsuar. "Awalnya kaget, dapat kabar saya diundang untuk menerima penghargaan ini. Alhamdulillah, terimakasih Pak Syamsuar," tuturnya polos. 
 
Selain mereka berdua, Samsidar Lubis (45 tahun) warga Kandis lainnya juga menerima penghargaan dari Bupati Syamsuar atas dedikasi dan loyalitasnya membangun bidang sosial dan agama. Dirinya sudah 8 tahun mengurus badan kontak majelis taklim  (BKMT) dan wirid pengajian. Samsidar berhasil menyatukan BKMT dan wirid-wirid pengajian seluruh kecamatan Kandis, hingga membentuk wirid akbar, dan sekaligus mengisi ceramah pada wirid tersebut.
 
Sementara itu Camat Kandis saat ditemui, mengatakan pihaknya mendukung terhadap pelaku usaha kecil dan menengah di wilayahnya. “Kami telah membuat surat edaran kepada seluruh kantor pemerintah, swasta dan perusahaan agar diruang tamu pimpinan mereka membeli usaha-usaha kecil kita ini,” terang Iwan. (zul)

  • Budayawan OK Nizami Jamil menerima penghargaan dari Bupati Syamsuar


  • Bupati Syamsuar menyerahkan penghargaan kepada Eki Naldi apoteker puskesmas Sungai Apit


  • Desi Yarnisa menerima penghargaan dari Bupati Syamsuar


  • Irwan Kurniawan camat Kandis terpilih sebagai camat terbaik dan menerima penghargaan Bupati Siak


  • Junaini Fitri kelompok wanita tani asal Kandis juga menerima penghargaan dari Bupati Syamsuar


  • Para penerima penghargaan dari kecamatan Kandis foto bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Siak


  • Rama Yenny petugas ahli gizi puskesmas Bungaraya menerima penghargaan dari Bupati Siak Syamsuar


  • Seniman dan pencipat lagu melayu Siak Sahbirin Syah menerima penghargaan Bupati Siak


  • Tenaga Kesehatan Puskesmas Sungai Apit foto bersama dengan Bupati dan Wakil Bupati Siak usai upacara


  • Yuda Suyudana mewakili Exploresiak menerima penghargaan Bupati Siak

  • Top